Minggu, 03 April 2011

TAWAR HATI

TAWAR HATI

Firman Tuhan yang menarik dengan cara pembawaan yang sederhana adalah hal yang banyak diharapkan oleh Jemaat. Itulah yang saya dapat ketika mengikuti suatu ibadah. Hamba Tuhan itu mengajak orang-orang yang mendengarkan kotbahnya untuk merenungkan dua buah kata yaitu tawar hati. Menurut hamba Tuhan tersebut, bahwa tawar hati itu, kata yang dipakai Alkitab untuk menunjukkan kekecewaan hati, untuk menggambarkan perasaan yang begitu dalam, begitu membebani. Seperti yang tertulis di dalam Efeus 3:13: “Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu”.
Hamba Tuhan itu menyebutkan bahwa ada beberapa sebab kenapa seseorang bisa mengalami tawar hati di dalam kehidupannya. Beliau memberikan contoh-contoh praktis yang bisa diserap
- Tawar hati bisa melanda kehidupan kita karena ada yang membicarakan hal-hal yang buruk tentang kita. Kita tidak siap kalau ada orang yang mengatakan yang buruk kepada kita, terlebih kita sudah berupaya untuk melakukan yang terbaik.
- Ada juga tawar hati itu melanda seseorang karena usaha yang tadinya demikian maju. Tetapi tiba-tiba tanpa sebab usaha itu bangkrut. Malah meninggalkan hutang di mana-mana, dan tidak tahu lagi bagaimana mau membangun kembali.
- Tawar hati juga bisa disebabkan ulah anak-anak kita. Sebagai orang tua sudah berusaha sebaik-baiknya memberi teladan yang baik, berkerja keras, tidak kurang-kurang memberi perhatian, namun anak-anak tidak tumbuh seperti yang diharapkan.
- Juga tawar hati bisa melanda sebuah pasangan. Sebagai istri/suami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pasangan yang baik, namun kenyataannya rumah tangga tidak bertambah baik,namun malah seperti neraka.
- Dan lain-lain.

Sudah tentu kehidupan yang demikian tidak menyenangkan karena kalau orang sudah terlanda tawar hati orang itu sepertinya kehilangan kekuatan di dalam dirinya untuk melangkah kembali. Terlebih malah ada yang demikian teganya menuding kalau dirinya kurang berserah kepada Tuhan. Hamba Tuhan itu juga memberikan contoh seorang nabi besar yaitu Elia, yang sudah mengalahkan ratusan nabi Palsu (baal) mestinya sebagai orang yang telah mengalahkan nabi palsu ratusan sendirian, akan bertambah mantap dalam pelayanan ternyata tidak. Ketika mendengar ancaman dari ratu Izebel, hatinya mlempem seperti krupuk kena angin. Dia tawar hati, bahkan sampai berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mencabut nyawanya. Diselipkan lagi bahwa yang membuat tawar hati bisa karna kita sudah membuat orang yang kita kasihi menderita.
Hamba Tuhan itu juga menjelaskan akibat dari pada seseorang kalau sudah tawar hati. Menurut hamba Tuhan itu ada 4 hal akibat apabila seseorang terlanda apa yang disebut tawar hati tersebut.
1. bersangkut paut dengan fisik-kondisi fisik. Jika orang mengalami tawar hati ini, maka secara fisik akan kehilangan sesuatu. Yaitu kehilangan kekuatan/energi. Orang sekuat apapun kalau sudah tawar hati maka orang itu akan lemah, lesu dan tidak berdaya.
2. bersangkut paut dengan emosi. Orang yang sudah tawar hati secara emosi kehilangan kenyataan. Orang tersebut kehilangan realitas. Tidak bisa melihat sesuatu apa adanya. Melihat orang lain senantiasa salah, ia merasa terisolasi. Mungkin melihat orang tertawa, walaupun tidak mentertawakan dirinya, merasa orang itu mentertawakan dirinya.
3. bersangkut paut dengan mental, orang yang terlanda tawar hati maka ia kehilangan memori. Gampang lupa, kehilangan ingatan. Bahkan kadang-kadang kewajiban yang utama bisa lupa dikerjakan.
4. bersangkut paut dengan rohani. Orang yang tawar hati akan kehilangan kedekatan dengan Tuhan. Cenderung lebih menyalahkan Tuhan berkaitan dengan kondisinya.
Saya yakin bahwa di sini tidak ada yang mengalami hal tersebut, demikian kata hamba Tuhan itu. Dan perkataan hamba Tuhan itu disambut tertawa oleh pendengarnya.

Apakah yang harus dilakukan apabila kita terlanda tawar hati tersebut? Hamba Tuhan itu mengajak membuka firman Tuhan dari Efesus 3:14-16.
3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.
3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, Paulus memberikan resep bahwa tidak ada cara lain yang harus dilakukan adalah dengan berdoa. Paulus mengatakan sujud. Kata “Allah menguatkan” bisa diartikan Tuhan membetengi, ditopang Tuhan. Jadi orang itu sendiri menyerahkan kepada Allah. Dan hanya Allah yang bisa memberikan kekuatan.

Yang berikutnya adalah Efesus 3:17: ” sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Artinya adalah kita di kasihi. Walaupun bagaimana keadaan kita, kita dikasihi Tuhan.

Selanjutnya di Efesus 3:18-19:
3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Kata lebar, panjang, tinggi, dalam artinya lebar cukup untuk menampung, panjang cukup panjang untuk menjangkau, Tinggi, cukup tinggi untuk mengangkat. Dalam, cukup dalam untuk menyentuh permasalahan di hati kita. Dan kasih itu melampui segala pengetahuan.

Selanjutnya dalam ayat 19 Paulus berkata, “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Jadi jika kita tawar hati, resepnya adalah:
1. Berdoa kepada Allah, minta kekuatan dari Allah.
2. Kita ini dikasihi.
3. Kita harus mencari kepenuhan Allah. ARtinya kita senantiasa mendekat kepada Allah. Lan kitamelihat hal-hal tertentu inga bisa mengingatkan kita kepada Allah, itu akan sangat menolong kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar