Pertemuan dengan Benyamin, sebut saja demikian di Klaten adalah bukan suatu kebetulan. Namun pengalaman hidupnya bisa menjadi cambuk bagi kehidupan saya . Ia bukanlah seorang yang hidupnya berkelimpahan. Bisa dikatakan hidupnya penuh dengan kekurangan. Sebab pekerjaannya adalah mencari rosok, plastik-plastik bekas dan sebagainya.
Saya tidak bisa membayangkan setiap hari ia harus berkeliling, mencari barang bekas tersebut, dan tentunya perjalanan itu bisa jauh sekali. Dan satu hari kalau hasilnya tidak lebih dari 40 ribu. Namun, pekerjaan itu dijalaninya dengan tekun. Bukan karena ia tidak memiliki pendidikan, ia tamat SMU, namun nasipnya memang tidak seindah angan-angannya.
Ia dulu berangan-angan kalau sudah tamat sekolah langsung bekerja, namung pada kenyataan untuk masuk dunia kerja sukarnya bukan kepalang. Pada hal tuntutan perut, tuntutan mandiri lepas dari tanggungan orang tua adalah harus segera menjadi kenyataan.
Itulah akhirnya memilih pekerjaan demikian, dan harus dijalani dengan tekun dan sabar. Firman Tuhan yang ia dengar dari Radio, cukup menguatkan dia. Dan yang kotbah itu adalah saya. Bahwa kata dia, dulu raja-raja yang mengandalkan Alkitab, hidupnya dipenuhi kejayaan. Namun, ketika Alkitab di tinggalkan, negaranya jadi hancur lebur. Siapa percaya Alkitab ini firman Tuhan Tuhan dan merenungkannya, maka orang itu akan diberkati oleh Tuhan.
Sdr. Benyamin percaya kotbah itu, ia yakin pada suatu ketika Tuhan akan memberikan kejayaan di dalam hidupnya. Hidup yang demikian dijalani saja, dengan penuh ketekunan dan doa, dan tidak perlu meninggalkan Tuhan di dalam kesulitan kehidupan. Karena Tuhan pasti sudah menyiapkan masa depan baginya sekeluarga.
Pengalaman bertemu dengan Benyamin, menjadikan hati tertegur, orang yang hidupnya demikian susah, namun memiliki pengharapan yang luar biasa di dalam Tuhan. Terima kasih Tuhan.
Minggu, 21 Maret 2010
Minggu, 14 Maret 2010
TUHAN ITU MEMANG BAIK
Saya, mulanya memang bingung dengan cara apa saya bisa menaklukkan anak saya yang kedua ini. Ini yang menjadi pergumulan yang sangat berat. Dan kadang-kadang mamanya juga mengeluh dengan segala macam keluhatan tentang anak ini.
Jujur saja, nama anak saya yang kedua, terus aku haturkan di hadapan Tuhan. Supaya ia menjadi anak yang dewasa. Namun , justru ketika doa mulai saya haturkan kepada Tuhan, saya pulang hampir saya meledak, namun saya coba tekan supaya tidak meledak dan berhasil. Karena apa? saya melihat rambut anak saya dicat merah, hijau, kuning.
Di gereja sudah banyak yang bertanya, mengapa dan mengapa. Mungkin juga ada yang menilai anaknya seorang yang dihargai di mana-mana, kok punya tindakaken seperti itu. Namun, bagaimanapun saya harus menerima kenyataan bahwa itulah yang harus saya alami sebagai orang tua.
saya hanya bilang, "kok disemir merah itu maksudnya apa ta mas"? dia menjawab, "salah lagi". Duh, saya jadi bingung, karena pertanyaan saya bukan menyalahkan, saya hanya bertanya, namun dia bilang bahwa pertanyaan itu menyalahkan dia. Dia lantas meneruskan, "gembala kita saja bilang, bahwa saya sekarang kelihatan cerah".
Iya, saya tidak bisa bicara apa-apa lagi, sampai pada akhirnya seorang dokter yang dekat dengan saya, juga menilai, bagaimana bisa anak itu sampai berbuat seperti itu. Saya tidak perlu membela diri, memang kenyataannya begitu mau bilang apa.
Namun, suatu hal yang tidak saya duka, seorang gadis yang baik, sangat perhatian dengan anak saya kedua ini. Anak ini pinter dan sedang kuliah di Surabaya. Dan nampaknya anak saya yang kedua ini tertarik dengan gadis tersebut. Saya tidak menyangka bahwa gadis yang memiliki tingkat kepandaian yang tinggi dan dari keluarga yang mungkin derajatnya lebih tinggi dari saya, bisa jatuh cinta dengan anak saya yang kedua ini.
Mereka berpacaran, bahkan gadis itu minta ijin untuk berpacaran dengan anak saya yang kedua ini. sudah tentu silahkan asal tidak mengganggu mereka belajar. Dan dari situ banyak sekali perubahan yang terjadi. Tiba-tiba rambutnya sudah hitam, dia fokus terhadap kuliah, dan IPnya semester ini lumayan 2,95. Lebih lembut, sabar. Pengaruh gadis itu sangat baik untuk pertumbuhan dan kedewasaan anak saya.
Saya masih bertanya apakah ini jawaban Tuhan atas keprihatinan terhadap anak saya. Kalau demikian sungguh luar biasa kuasa doa tersebut.
Jujur saja, nama anak saya yang kedua, terus aku haturkan di hadapan Tuhan. Supaya ia menjadi anak yang dewasa. Namun , justru ketika doa mulai saya haturkan kepada Tuhan, saya pulang hampir saya meledak, namun saya coba tekan supaya tidak meledak dan berhasil. Karena apa? saya melihat rambut anak saya dicat merah, hijau, kuning.
Di gereja sudah banyak yang bertanya, mengapa dan mengapa. Mungkin juga ada yang menilai anaknya seorang yang dihargai di mana-mana, kok punya tindakaken seperti itu. Namun, bagaimanapun saya harus menerima kenyataan bahwa itulah yang harus saya alami sebagai orang tua.
saya hanya bilang, "kok disemir merah itu maksudnya apa ta mas"? dia menjawab, "salah lagi". Duh, saya jadi bingung, karena pertanyaan saya bukan menyalahkan, saya hanya bertanya, namun dia bilang bahwa pertanyaan itu menyalahkan dia. Dia lantas meneruskan, "gembala kita saja bilang, bahwa saya sekarang kelihatan cerah".
Iya, saya tidak bisa bicara apa-apa lagi, sampai pada akhirnya seorang dokter yang dekat dengan saya, juga menilai, bagaimana bisa anak itu sampai berbuat seperti itu. Saya tidak perlu membela diri, memang kenyataannya begitu mau bilang apa.
Namun, suatu hal yang tidak saya duka, seorang gadis yang baik, sangat perhatian dengan anak saya kedua ini. Anak ini pinter dan sedang kuliah di Surabaya. Dan nampaknya anak saya yang kedua ini tertarik dengan gadis tersebut. Saya tidak menyangka bahwa gadis yang memiliki tingkat kepandaian yang tinggi dan dari keluarga yang mungkin derajatnya lebih tinggi dari saya, bisa jatuh cinta dengan anak saya yang kedua ini.
Mereka berpacaran, bahkan gadis itu minta ijin untuk berpacaran dengan anak saya yang kedua ini. sudah tentu silahkan asal tidak mengganggu mereka belajar. Dan dari situ banyak sekali perubahan yang terjadi. Tiba-tiba rambutnya sudah hitam, dia fokus terhadap kuliah, dan IPnya semester ini lumayan 2,95. Lebih lembut, sabar. Pengaruh gadis itu sangat baik untuk pertumbuhan dan kedewasaan anak saya.
Saya masih bertanya apakah ini jawaban Tuhan atas keprihatinan terhadap anak saya. Kalau demikian sungguh luar biasa kuasa doa tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
