Minggu, 21 Maret 2010

BERPENGHARAPAN AKAN JANJI TUHAN

Pertemuan dengan Benyamin, sebut saja demikian di Klaten adalah bukan suatu kebetulan. Namun pengalaman hidupnya bisa menjadi cambuk bagi kehidupan saya . Ia bukanlah seorang yang hidupnya berkelimpahan. Bisa dikatakan hidupnya penuh dengan kekurangan. Sebab pekerjaannya adalah mencari rosok, plastik-plastik bekas dan sebagainya.

Saya tidak bisa membayangkan setiap hari ia harus berkeliling, mencari barang bekas tersebut, dan tentunya perjalanan itu bisa jauh sekali. Dan satu hari kalau hasilnya tidak lebih dari 40 ribu. Namun, pekerjaan itu dijalaninya dengan tekun. Bukan karena ia tidak memiliki pendidikan, ia tamat SMU, namun nasipnya memang tidak seindah angan-angannya.

Ia dulu berangan-angan kalau sudah tamat sekolah langsung bekerja, namung pada kenyataan untuk masuk dunia kerja sukarnya bukan kepalang. Pada hal tuntutan perut, tuntutan mandiri lepas dari tanggungan orang tua adalah harus segera menjadi kenyataan.

Itulah akhirnya memilih pekerjaan demikian, dan harus dijalani dengan tekun dan sabar. Firman Tuhan yang ia dengar dari Radio, cukup menguatkan dia. Dan yang kotbah itu adalah saya. Bahwa kata dia, dulu raja-raja yang mengandalkan Alkitab, hidupnya dipenuhi kejayaan. Namun, ketika Alkitab di tinggalkan, negaranya jadi hancur lebur. Siapa percaya Alkitab ini firman Tuhan Tuhan dan merenungkannya, maka orang itu akan diberkati oleh Tuhan.

Sdr. Benyamin percaya kotbah itu, ia yakin pada suatu ketika Tuhan akan memberikan kejayaan di dalam hidupnya. Hidup yang demikian dijalani saja, dengan penuh ketekunan dan doa, dan tidak perlu meninggalkan Tuhan di dalam kesulitan kehidupan. Karena Tuhan pasti sudah menyiapkan masa depan baginya sekeluarga.

Pengalaman bertemu dengan Benyamin, menjadikan hati tertegur, orang yang hidupnya demikian susah, namun memiliki pengharapan yang luar biasa di dalam Tuhan. Terima kasih Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar