Selasa, 02 Desember 2008

MENGHADAPI PERMASALAHAN ANAK

Walaupun sudah berhati-hati di dalam menjalani kehidupan ini, kadang-kadang juga masih tersandung. Pada saat ini memang hati saya rasanya seperti diremas-remas, karena tingkah laku anak saya yang diam, dan gampang marah.

Persoalan yang sebenarnya memang belum diketemukan, kami sebagai orang tua baru menduga-nduga, namun kalau dengan Mamanya, ia sama sekali tidak mau berbicara. Namun, istri saya adalah seorang Mama yang tegar. Ia mencoba memahami, memang anak sedang marah, namun bagi saya sangat menyulitkan, karena komunikasi menjadi berhenti.

Memutar musik keras-keras, dan ia bisa berteriak-teriak sendirian di kamar. Bahkan kamarnya dicat hitam. Kami sudah 5 hari mendoakan khusus untuk anak ini. Ia tidak bisa menikmati persekutuan dengan adik dan kakaknya serta kami. Karena terhalang kemarahan, jadi selama 5 hari ini tidak ada komunikasi .

Namun, yang kami bersyukur bahwa anak ini tidak pergi, bergabung dengan teman-teman yang begajulan, tidak. Ia tetap dirumah. Itulah mamanya, bersyukur kepada Tuhan. Kemarin ketika teman-teman Gereja datang, kami sengaja menghindar pergi. Entah hasilnya tidak tahu, karena sudah 4 minggu ini dia memang tidak pernah ke gereja. Minggu pertama ada kegiatan di sekolah, Minggu ke II ada pembentukan panitia seminar Bahasa, minggu ke tiga, ada perpisahan panitia seminar Bahasa, minggu ke empat dia memang sengaja tidak datang. Namun, siangnya dia membawa pendaftaran les mata pelajaran.

Dari sisi itu, anak ini masih memiliki tanggung jawab dalam sekolahnya. Dan memang kalau dirasa sangat menyakitkan sekali, didiamkan anak yang dikasihi. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Tuhan bersikap kalau terjadi semacam itu. Yang lebih buruk kelakuannya anak-anakNya lebih banyak.

Kiranya, melalui doa Tuhan memberikan jalan keluar dan mengembalikan damai sejahtera di tengah-tengah keluarga lagi.

TUHAN MEMBUAT SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA (PENGKOTBAH 3:11a).