MENDENGAR KARYA ALLAH
Ketika perkunjungan pelayanan di lereng Gunung Sindoro. Terik matahariketika itu benar-benar menyengat, melihat jalan sepertinya berasap, danudara yang demikian membuat haus. Kehausan itu rasanya tidak bisa ditahanakhirnya mampir warung di pinggir jalan untuk sekedar menghilangkan rasahaus. Warung itu tampak sepi hanya ada satu bapak setengah baya yang sedangasyik menikmati singkong goreng, sembari ngobrol dengan mbak penjaga warungtersebut. Kedatangan kami berdua memang mengejutkan mereka berdua, Bapaksetengah baya itu bergeser untuk memberi tempat duduk kami berdua."Wah udara panas sekali pak, membuat ingin minum", demikian sapaku kepadabapak setengah baya yang terlebih dulu di warung."Mari-mari pak, silahkan", demikian sahut bapak itu ramah.Saya bersama teman pelayanan menebarkan mata ke dagangan yang digelar, untukmemilih makanan apa yang bisa di makan. Dan sedikit ada lalat berterbangantidak mengurangi selera untuk menjumput beberapa potong makanan yang dijualoleh mbak penjaga warung tersebut. Untuk sementara aku mengambil potonganwajik yang dibuat dari ketan. Sambil menunggu pesanan minuman dawetkesukaanku."Bapak mau ke mana?" demikian pertanyaan saya kepada bapak setengah bayayang masih menikmati singkong gorengnya."Saya dari pande besi memperbaiki sabit ini pak", demikian bapak itu sambilmemperlihatkan sabit yang sudah nampak tajam. Dan dengan bapak setengah bayaitu timbul pembicaraan berbagai macam pembicaraan, dari peternakan sampaipertanian, dan macam-macam. Dan saya menikmati sekali keluguan dan ketulusandi dalam menjawab tanpa basa-basi.Tapa sadar mata saya terlempar di desa yang jauh, yang hanya kelihatanbangunan rumah kecil-kecil saking jauhnya, dan saya bertanya desa apa itu.Bapak itu menjawab bahwa dia asalnya dari desa itu, kurang lebih 4 km dariwarung. Tanpa basa-basi saya bertanya, "Pak apakah kampung bapak ada orangkristen?"Mendengar pertanyaan saya tersebut bapak setengah baya itu mengerutkankeningnya, bapak itu memandangi kami berdua dari kepala sampai ujung kaki,mungkin pertanyaan saya agak mencurigakan atau bagaimana, namun saya acuhsaja, dan saya memang bertanya, dijawab dan tidak itu hak bapak tadi. Sayamelihat dari ekor mata saya bapak itu meletakkan singkong yang belum dimakan habis, lantas memperbaiki letak duduknya, kelihatan menarik napasdalam-dalam. Lantas berkata:"Tadinya, memang tidak ada orang kristen di kampung saya. Namun sekarangbanyak yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus." Dada saya berdebar ketikamendengar bapak itu berbicara tentang kampungnya bahwa dulunya tidak adaorang kristen, saya tidak mau memotong, saya biarkan sambil menikmatiminuman. Terus bapak itu melanjutkan. "Asal mulanya adalah ada anak gadis dikampung kami yang bekerja di kota Bandung, setelah beberapa lama pulang.Namun, pagi itu anak gadis kampung kami itu bersimpuh di tengah jalan.Memang desa kami ini kan jauh dari jalan besar, jadi kalau ke kampung kalautidak ada ojek ya jalan kaki. Salah satu tetangga yang mau ke sawah bertemudengan dia, dan ditanya apakah lelah kok bersimpuh di tengah jalan. Anak itubilang tidak bisa berdiri. Tetangga itu maklum, mungkin dia naik bus malamsemalama jadi kesemutan. Maka mencoba di tolong, tapi anak gadis yang kecilitu berat, dan tetangga itu tidak bisa menolong berdiri. Semakin siangsemakin banyak orang, dan mencoba mengangkat anak gadis itu, ternyatabeberapa orang tidak ada satupun yang kuat mengangkat. Akhirnya semakinbanyak orang datang, mereka kebingungan melihat keanehan tersebut, dan darisitu banyak masukan untuk ke orang pintar kenapa kok gadis kampung kami itutidak bisa diangkat. Beberapa orang dengan sepeda motor berterbanganmeninggalkan untuk mencari orang yang dianggap bisa mengatasi hal yang anehtersebut. Ternyata bebarapa orang pintar di datangkan, tidak ada satupunyang bisa menolong. Semakin siang semakin banyak orang. Mereka sudahmenjadi p putus asa, orang tuanya hanya menangis dan menjaganya. Akhirnya,ada salah satu orang yang mengusulkan mengundang pendeta kristen. Namun, didaerah saya ini, tidak ada pendeta, ada pendeta ya jaraknya jauh 27 km. Nah,pada waktu itu memang sempat bingung bagaimana jalan keluarnya. Akhirnya adasalah satu tetangga yang mengatakan bahwa ada orang kristen tetapi di desalain. Semua sepakat mengundang orang kristen tersebut. Salah satu pemudalangsung dengan motornya meninggalkan tempat, untuk menjemput. Awalnya orangkristen itu tidak mau, alasannya macam-macam, namun kami bujuk supaya hanyamendoakan saja. Perkara berhasil dan tidak itu bukan kuasa dia. Akhirnyamau, orang itu juga sudah tua, dia agak terkejut ketika melihat kami banyak,tapi kami mencoba ramah terhadap dia, karena bagaimanapun ia orang kristensendiri. Kami menyibak, dan memberi kesempatan kepada bapak yang kristentersebut. Bapak itu kelihatan berbincang dengan gadis kampung kami tersebut.Lantas berdoa sangat keras, dan saya lihat gadis kampung kami jugamemejamkan mata. Yang kami dengar, "Tuhan Yesus, kami tidak tahu apa masalahgadis ini, Dalam nama Yesus kami mohon gadis ini bisa berdiri. Amin". Tidakpanjang. Kami sangat terkejut ketika itu, karena selesai perkataan amin,gadis kampung saya itu lantas berdiri seperti loncat, dan lantas berlarikencang sekali, menuju rumahnya dan tas kopernya ditinggal begitu saja. Kamiikut berlari mengikuti gadis kampung kami itu sampai di rumah. Dan yangheran bagi kami adalah gadis itu senantiasa bilang, "dalam nama TuhanYesus".. berkali-kali. Terus begitu sampai semalaman. Hari ke dua sudahberhenti, dan anak gadis itu tertidur, kelelahan.Kami akhirnya bertanya kenapa setiap saat bilang Dalam nama Tuhan Yesus?Gadis yang bernama sebut saja Nastiti, itu bercerita. Itulah yang membuatbanyak di kampung kami yang percaya Tuhan Yesus. ( akan disambung).
Rabu, 01 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar