Pernah saya ungkapkan di sini bagaimana kami hampir putusasa dengan anak kami yang ke dua. Karena tidak hidup sesuai dengan apa yag kami rindukan. Yang lalu kami sudah saya kemukakan bahwa anak kami ini senang ngeband. Aliran bandnya aliran Jepang, dan sangat ngerock banget. Setiap latihan ia akan mengecat kuku, alisnya di hitam, bahkan di kamarnya juga di cat hitam.
Yang menyedihkan adalah teman-temannya sangat berbeda keyakinan dengan anak saya, dan mereka sudah biasa merokok. Itu menjadi pergumula kami, dan yang sangat menyedihkan rambut anak kami dicat rambut jagung, di pinggirannya di cat biru, dan tidak pernah mau ibadah pemuda, kecuali hari minggu.
Namun, kami tidak henti-hentinya berdoa dan berdoa, namanya kami haturkan kepada Tuhan. Malah mamanya berdoa supaya bandnya bubar saja, dan anak saya bisa melayani di Gereja melalui musik, dan rajin persekutuan.
Rupanya Tuhan masih kasihan dengan kami, sekarang anak saya kembali ke gereja sudah normal, bisa diajak komunikasi. bahkan sudah bisa bercanda ria dengan kami dan adik serta kakaknya.
Doa memang kuasanya besar.
Rabu, 25 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar