Malam itu, HP saya berbunyi khas tanda ada SMS masuk. Saya memandangi HP itu dari siapa, malam-malam SMS. Namun, hati segera tergelitik, jangan-jangan ada sesuatu yang penting. Mungkin informasi dari kantor atau mungkin dari keluarga, atau mungkin juga dari Gereja yang mengundang, untuk perubahan tema.
Akhirnya saya mengulurkan tangan untuk mengambil HP tersebut dan membukanya. Dan ternyata benar: "Doakan pak, istri saya masuk ke ruang operasi. Istri saya mau melahirkan". Saya terlonjak, malam itu sudah jam 9 malam, terus besuknya harus kotbah Natal. Akhirnya saya memutuskan, untuk membalas SMS. "Saya akan mendoakan pak, biarlah Tuhan yang akan menolong dokter, perawat sehingga operasi berjalan lancar, bayi dan ibu sehat". Demikian saya membalas. Kembali saya mempersiapkan kotbah besuk.
Maksud hati segera akan menengok kebahagiaan teman tadi, namun terhalang kesibukan sana-sini, kesibukan pekerjaan rumah, persiapan pelayanan, akhirnya memang tertunda hari itu. Di tengah pelayanan, ada SMS dari istri teman tadi, memberitahukan bahwa ia sudah melahirkan dengan selamat, namun dengan cara operasi. Bayinya perempuan.
Saya balas SMS tadi, bahwa kami turut berbahagia. Memang esoknya saya dengan istri saya menengok bayi mungil, cantik. Dan saya memberikan salam kepada mereka berdua, "selamat berbahagia" karena anugerah Allah tersebut.
Dalam obrolan dengan suami istri yang telah memiliki tamu kecil tersebut, terungkap bahwa pasangan itu akan memasuki ladang pelayanan yang baru di sebuah gereja di Tanggerang. Kami hanya bisa mendoakan dan sedikit pesan. Melayani banyak orang dengan berbagai macam karakter dan sikap, perlu kebikjakan dan kesabaran.
Senin, 21 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar