Minggu, 25 November 2007

Ungkapan hati

Perjuangan pelayanan itu mesti harus berakhir?

Pelayanan dibangun dengan ketulusan dan kejujuran. Panggilan untuk mengembangkan gereja Tuhan memang harus menjadi bagian dalam kehidupan ini. Tetapi kadang-kadang ada kendala yang tidak bisa dipungkiri, dan itu melanda kehidupan ini, sehingga secara manusiawi rasanya tidak ada jalan keluar.
Berita bekas ketua pengurus Gereja yang tadinya berlatar belakang 'agama lain' menjadi orang percaya. Berjuang dengan kesungguhan, mengembangkan gereja. Berani mati karena keyakinan baru, tiba-tiba setelah hampir 30 tahun mengiring Yesus, ia berbalik ke agama asal, karena keinginan meninggalkan istrinya yang telah memberikan anak empat. Pada hal umurnya sudah kepala 5.
Kecewa, sedih, prihatin, itulah yang dirasakan. Namun itu sangat menjadi pelajaran bahwa orang jatuh tidak mengenal umur. Bisa muda, bisa sudah kakek-kakek, bisa masih remaja. namun itulah kenyataan bahwa godaan itu bisa terjadi kepada siapa saja.
Namun, dibalik peristiwa itu semua, ada pertanyaan di dalam hati yang paling dalam. Apakah selama ini ada kesalahan di dalam memupuk, menyirami, dan mencangkul, sederhananya di dalam pembinaan? Pertanyaan itu bergulung-gulung di dalam hati. Sampai sekarang menjadi perenungan.
Ada rasa salah menyelinap di dalam hati, namun salah yang bagaimana itu yang tidak bisa diketahui. Dalamnya laut diketahui dalamnya hati siapa yang tahu. Walaupun sudah puluhan tahun kelihatan meng ikut Yesus, namun siapa tahu bahwa sebenarnya hati yang terdalam belum menjadi pengikut Yesus.
Nah, kiranya hal ini juga menjadi peringatan, bahwa siapapun, berapapun umurnya, godaan tetap saja datang. Dan kalau kita jatuh, bukan karena godaan itu sendiri, namun karena hati kita tidak kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar