Minggu, 04 November 2007

MASALAH KEKUATIRAN (Matius 6:25-34)

Hal yang tidak bisa dipungkiri di dalam menjalani hidup ini adalah masalah kekuatiran. Setiap orang, bisa dikatakan demikian memiliki rasa kuatir akan sesuatu. Seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa sebenarnya di dalam kehidupan manusia itu ada 3 kekuatiran yang sering terjadi di dalam kehidupannya.

Yang pertama adalah kekuatiran akan kematian. Banyak orang tahu bahwa kematian adalah suatu keadaan yang tidak pernah diharapkan setiap manusia. Siapapun manusia itu, kedudukannya bagaimana manusia itu, siapapun manusia dari tingkat kedudukan yang paling rendah sampai yang paling tinggi, dari anak kecil sampai orang tua tidak bisa menghindari apa yang disebut kematian ini. Setiap orang ada rasa kekuatiran berkaitan dengan kematian ini. Walaupun disadari bahwa kematian itu akan datang, namun kalau bisa semua tanggungan di dalam hidup ini supaya sudah selesai. Namun, itulah kematian kadang-kadang datang ketika semua belum siap.

Yang berikutnya, kekuatiran yang berkaitan dosa yang telah dilakukan. Kebanyakan orang sangat kuatir bahwa dosa yang telah dilakukan ketahuan orang lain. Maka untuk menjaga supaya dosa itu tidak ketahuan, maka orang akan berupaya memasang pagar rapat-rapat. Tujuannya adalah supaya dosa itu tidak diketahui orang lain.

Yang terakhir adalah, kekuatiran yang bersangkut paut dengan kehidupan yang dijalani setiap hari. Bisa jadi hubungan dengan sesama, bisa jadi keputusan yang telah diambil, bisa jadi menyangkut pekerjaan dan kehidupan setiap hari, dsb.

Dari kenyataan yang dihadapi manusia demikian sampai Tuhan Yesus di dalam kotbahnya di bukit menyinggung masalah ini. Matius 6:34, Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Masih menurut hamba Tuhan tadi bahwa kekuatiran itu menurut bahasa sananya bisa diterjemahkan terbagi atau terpecah. Artinya orang tersebut pikirannya terbagi, tidak bisa fokus terhadap masalah yang dihadapi. Kalau pikirannya sudah terbagi maka ia tidak memiliki kemampuan yang maksimal untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata di dalam 6:24, Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Artinya, kalau memang kita sudah percaya Allah, maka fokus kekuatan dan fokus kehidupan kita disandarkan kepada Allah, tidak kepada yang lain.

Menyimak berkaitan dengan kekuatiran yang disinggung Tuhan Yesus dalam kotbah di bukit Matius 6:25, ada beberapa penjelasan yang perlu disimak. Khususnya di dalam ayat 25, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Berdasarkan ayat tersebut maka bisa dijelaskan Tuhan Yesus menghendaki orang-orang yang percaya kepadanya membuang rasa kuatir itu dari hatinya. Dari ayat itu ada beberapa penjelasan yang perlu diperhatikan.
Pertama, kekuatiran menghalangi kita di dalam menikmati apa yang menjadi milik kita. Tuhan Yesus mengatakan, “Hidup itu lebih penting dari makanan, dan tubuh itu lebih penting dari pakaian, tetapi ketika kamu menjadi kuatir akan makanan dan pakaian kamu menjadi lupa bahwa kamu sebenarnya sudah punya sesuatu yang lain yang lebih berharga, hidup dan tubuhmu sendiri yang lebih berharga dari makanan dan pakaianmu”
Yang kedua, kekuatiran membuat kita lupa akan nilai dan harga diri kita. (Matius 6:26). Oleh karena kekuatiran yang menguasai hidup ini sehingga kita merasa tidak penting, kita merasa dilupakan, merasa tidak berdaya, dan kita merasa tidak berharga sama sekali. Tuhan Yesus berkata nilai kita adalah lebih dari burung-burung di udara itu.
Yang ketiga kekuatiran itu sendiri tidak ada gunanya (ay 27) Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dengan kekuatiran yang kita pelihara di dalam hidup kita, maka tidak akan bisa mengubah apapun terhadap hidup kita.
Yang ke empat, kekuatiran itu akan menjadi penyebab terhapusnya janji Allah dari pikiran kita. (ay 30-31). Orang yang dikuasai kekuatiran, ia bisa lupa segala janji Tuhan yang tadinya dipercaya. Kalau melihat bahwa Allah tidak menyayangkan anaknya yang dikasihi, masak Tuhan tidak memberikan pertolongan kepada kita yang harga persoalan kita ini sangat jauh lebih rendah dari pada apa yang telah dikorbankan Tuhan Yesus Kristus. (Rom 8:21-32).
Yang ke lima, kekuatiran adalah merupakan ciri orang yang tidak mengenal Allah (Mat 6:32).

Bagaimana mengatasi kekuatiran tersebut.
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 6:33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Dari ayat ini, maka jikalau ada kekuatiran yang mulai masuk ke dalam hati kita, kita tepis kuat-kuat dan kita mulai mencari Kerajaan Allah. Kita fokuskan perhatian kita kepada apa yang dikatan Tuhan kepada kita. Ini yang pertama.
Lantas yang kedua, (Mat 6:34) “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
- cukuplah untuk kebutuhan sehari. Yang untuk besok kita serahkan kepada Tuhan
Sebagai kesimpulan dari semua yang dikatakan Tuhan Yesus:
Pertama, ketika kekuatiran sudah mulai menggoda kita, ingatlah bahwa Allah hadir di dalam hidup kita.
Kedua, selalulah ingat akan janji Tuhan. Janji itu tertulis di dalam Alkitab, penting membaca Alkitab setiap hari.
Ketiga, betapa pentingnya memelihara kehidupan doa di dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar